Tag Archive: caesar


Seorang laki-laki paruh baya menghampiri kami ba’da dzikir shalat subuh. Ia menceritakan bahwa umur kehamilan istrinya tinggal menghitung hari, akan tetapi yng membuatnya galau adalah tekanan darah istrinya 160/100 yang berarti tekanannya cukup tinggi. Ditambah lagi Hb darahnya 9 gr/dl yang berarti cukup rendah dan menunjukkan kurang darah. Ia sempat trauma, karena anak pertama lahir dengan bantuan drip oksitoksin, ia tidak tega melihat istrinya kesakitan menahan kontraksi rahim demi memperlancar kelahiran anaknya tercinta. Sang dokter kandungan mewanti-wanti agar ia dan istri bersiap mental seandainya nanti anak kedua ini akan lahir melalui celah luka diantara lambung dan kandung kemih diatas meja berselimutkan kain serba hijau.

Inilah cerminan seorang STiga [Suami Shalih Siaga –siap antar jaga-]. Ia tidak tenang bersantai diri, ia ikut merasakan kesakitan bahkan lebih dulu merasakan rasa sakit tatkala istrinya baru masih diperkirakan akan berada diujung ketidakjelasan nasib. Apakah istrinya yang akan selamat saja atau si jabang bayi yang selamat saja atau keduanya tidak selamat dan tentunya kita berdoa semoga keduanya selamat. Baca lebih lanjut

Iklan

Melahirkan secara cesar sebenarnya diperbolehkan jika memang ada alasan medis yang darurat. Misalnya karena posisi bayi sungsang, bayi terlalu besar, atau hal-hal lain yang bisa membahayakan ibu dan anak bila dilakukan proses melahirkan secara normal.

Namun pada kenyataannya banyak wanita yang memilih melahirkan secara cesar bukan karena darurat. Mereka memilih melahirkan secara cesar hanya karena ingin anaknya lahir pada tanggal dan hari tertentu yang dianggap sebagai hari baik atau tanggal yang unik (seperti tanggal 9 bulan 9 tahun 2009, dll), ataupun karena takut merasakan sakitnya melahirkan secara normal, dll. Padahal sebenarnya melahirkan secara cesar ini banyak membawa madhorot bagi wanita, diantaranya proses penyembuhan luka yang lebih lama daripada melahirkan normal, melemahkan rahim, memiliki resiko terkena inveksi lebih besar, sehingga persalinan kedua dan selanjutnya biasanya juga harus dilakukan dengan cesar, dan kehamilan berikutnya biasanya perlu diberi jarak dua tahun.

Lalu bagaimana hukum bagi wanita yang memilih melahirkan secara cesar tanpa ada alasan medis yang darurat? Berikut ana bawakan fatwa dari Syaikh Utsaimin mengenai hal ini. Semoga bisa menambah faidah bagi antunna! Baca lebih lanjut