Kehamilan merupakan suatu proses yang sangat berkesan bagi seorang calon ibu. Namun, ada kalanya seorang calon ibu ditakdirkan untuk mengalami gangguan ketika menjalani masa-masa kehamilannya dan salah satunya adalah mual muntah berlebihan. Tentu ibu hamil tidak ingin melewati masa kehamilannya dengan kondisi badan lemah sehingga aktivitas sehari-hari jadi terganggu. Dapatkah mual muntah berlebihan ini dicegah dan bagaimana mengatasinya jika sudah terjadi? Pada kesempatan kali ini akan dibahas tentang Hiperemesis gravidarum yang merupakan salah satu masalah yang bisa terjadi pada ibu hamil.

Apakah “Hiperemesis” Gravidarum Itu?

Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan pada saat hamil sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari dan menyebabkan keadaan umum tubuh ibu memburuk. Sebenarnya mual dan muntah merupakan hal yang biasa dialami oleh ibu hamil pada kehamilan trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan), kurang lebih pada 6 pekan setelah haid terakhir dan umumnya terjadi selama 10 pekan. Akan tetapi, mual dan muntah ini akan menjadi masalah yang sangat mengganggu jika terjadi secara berlebihan.

Mengapa Bisa Terjadi Hiperemesis Gravidarum?

Penyebab terjadinya hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi terjadinya hiperemesis gravidarum. Kepekaan dari pusat muntah di otak yang berbeda-beda pada setiap orang adalah salah satu faktor penyebabnya. Pasokan lemak jenuh yang berlebih juga bisa menjadi faktor penyebab, begitu pula faktor hormon, kekurangan vitamin B, infeksi Haemophylus pylori, alergi pada ibu, adanya perubahan metabolik selama hamil, kelebihan asam dalam lambung, meningkatnya kepekaan indera penciuman selama hamil, dan daya tahan tubuh ibu yang menurun. Kadang-kadang faktor stress psikologis/kejiwaan juga berperan, seperti kekhawatiran berlebihan terhadap proses kehamilan dan melahirkan, merasa belum siap menjadi seorang ibu, dan lain-lain.

Hiperemesis gravidarum lebih sering terjadi pada primigravida (wanita yang baru pertama kali hamil), ibu yang usianya masih muda, ibu yang kegemukan, ibu yang mengandung lebih dari satu janin (kehamilan ganda/kembar), dan ibu yang mengalami kondisi yang sama (hiperemesis) di kehamilan sebelumnya.

Berbahayakah Jika Ibu Terus Menerus Mmual dan Muntah?

Mual dan muntah yang terus-menerus akan menyebabkan terjadinya dehidrasi (kekurangan cairan) dan kekurangan kadar mineral dalam tubuh karena banyak cairan tubuh keluar lewat muntahan. Di samping itu, hiperemesis juga bisa mengakibatkan rusaknya organ hati dan robeknya selaput lendir kerongkongan dan lambung (sindrom Mallory-Weiss) sehingga terjadi perdarahan di saluran cerna.

Jika tidak dirawat dan mendapat penanganan yang memadai, hiperemesis bisa menjurus pada kekurangan gizi dan dapat membahayakan ibu serta janin yang dikandungnya.

Apa Tanda/Gejala Seorang Ibu Mengalami Hiperemesis?

Gejala hiperemesis antara lain mual dan muntah di awal kehamilan yang terjadi terlalu sering dan parah (bisa sama sekali tidak bisa makan/minum) dan bertahan lebih lama (bahkan kadang terjadi selama sembilan bulan penuh). Gejala lain termasuk buang air kecil berwarna kuning tua (pekat) sebagai salah satu tanda dehidrasi (kekurangan cairan) akibat banyaknya cairan yang keluar lewat muntahan. Ibu hamil yang mengalami hiperemesis juga dapat mengalami penurunan berat badan lebih dari lima persen dari berat badan semula.

Bagaimana Cara Mencegah Atau Meringankan Gejala Mual?

Ada beberapa hal yang insyaAllah bisa mencegah mual atau paling tidak dapat meringankan gejala mual, antara lain:

  • Ibu hamil hendaknya pasrah dan menyerahkan semua urusan pada Allah sehingga tidak perlu khawatir atau takut yang berlebihan dalam menghadapi proses kehamilan dan persalinan.
  • Memperbanyak dzikir dan do’a yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah selama hamil karena salah satu khasiatnya dapat menenangkan hati dan menjadi obat bagi jiwa dan raga.
  • Hendaknya orang-orang terdekat dapat memberi dukungan dan menenangkan ibu hamil yang mengalami ketegangan saat melalui masa-masa kehamilannya.
  • Makan makanan yang banyak mengandung protein dan karbohidrat kompleks, keduanya dapat memerangi mual.
  • Makan sedikit-sedikit, tetapi sering. Makanlah makanan selingan seperti biskuit atau roti kering dengan teh hangat saat bangun pagi dan sebelum tidur.
  • Hindari mengkonsumsi tembakau (merokok), alkohol, kafein, minuman berkarbonasi (soda), makanan berminyak, berlemak dan berbau menyengat. Sebaiknya makanan dimakan dalam kondisi hangat.
  • Hindari pemandangan, bau, dan rasa makanan yang membuat Anda mual.
  • Menurut pengalaman, makan pisang diantara waktu makan (sebagai makanan selingan) dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap tinggi sehingga dapat mencegah mual pada ibu hamil.
  • Perbanyak minum air putih diantara waktu makan.
  • Konsumsi suplemen/vitamin tambahan khusus untuk ibu hamil. Kandungan vitamin B6 dapat membantu meredakan mual pada beberapa ibu hamil.
  • Istirahat yang cukup dan berkualitas.
  • Bangun pagi secara perlahan-lahan. Jangan langsung turun dari tempat tidur dengan tergesa-gesa, karena hal tersebut dapat memperparah mual.
  • Usahakan buang air besar teratur. Perbanyak konsumsi sayur dan buah untuk memperlancar buang air besar.
  • Sikatlah gigi dengan pasta gigi yang rasa dan aromanya tidak menambah mual atau berkumur setiap selesai makan dan muntah. Selain menyegarkan mulut dan mengurangi mual, kebiasaan ini juga dapat menjaga kesehatan gigi dan gusi.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Hiperemesis Terjadi?

Jika pencegahan tidak berhasil dan ibu hamil ditakdirkan mengalami hiperemesis maka segera bawa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. Pada kasus yang ringan, ibu hamil bisa berobat jalan dan tidak perlu dirawat inap. Sedangkan pada kasus yang berat, biasanya ibu hamil akan dianjurkan untuk dirawat inap dalam rangka memulihkan kondisinya akibat hiperemesis. Pada prinsipnya, ibu hamil akan mendapatkan tambahan cairan lewat infus dan obat-obatan jika diperlukan. Disamping itu, diberikan pula terapi psikologis (kejiwaan) supaya ibu dapat mengatasi kecemasan yang berlebihan dalam menghadapi kehamilannya.

Penutup

Kehamilan yang ditunggu-tunggu terkadang dapat mengalami gangguan. Salah satunya adalah ketika ibu hamil mengalami mual dan muntah berlebihan. Perbanyak membaca buku tentang kehamilan dan persalinan untuk menambah pengetahuan sehingga dapat memahami bahwa kehamilan dan persalinan adalah proses alamiah dan tidak perlu dirisaukan secara berlebihan. Jangan lupa untuk berdo’a supaya senantiasa diberi kekuatan dalam menghadapi masa kehamilan sampai dengan melahirkan.

Penulis: dr. Avie Andriyani (dimuat di majalah As Sunnah edisi 09/XII/1429H/2008M)

Sumber:

  1. Heidi Murkoff et all, Kehamilan, Apa yang Anda Hadapi Bulan per Bulan, Penerbit Arcan.
  2. Kapita Selekta Kedokteran UI Jilid 1, Media Aesculapius.

@2010, Artikel http://ummushofiyya.wordpress.com